Vinales Jadi Tantangan Bagi Rossi

Valentino Rossi

Mulai MotoGP 2017, Valentino Rossi tidak akan lagi satu tim bersama Jorge Lorenzo di tim Yamaha Movistar. X-Fuera kini telah memutuskan untuk bergabung bersama Ducati Corse dalam dua musim kedepan. Sehingga, untuk mengisi slot pembalap yang ditinggalkan oleh Lorenzo, Yamaha memilih Maverick Vinales. Dengan demikian, musim depan merupakan kolaborasi pertama antara Rossi dengan Vinales. Pembalap berusia 37 tahun tersebut sadar bahwa Vinales akan menjadi tantangan sendiri dalam meraih gelar juara dunia musim depan.

Valentino Rossi

Valentino Rossi merasa bahwa Vinales akan menjadi tantangannya di musim depan

Beberapa pihak memperkirakan bahwa komunikasi akan kedua pembalap tersebut akan sedikit bermasalah. Pasalnya tingkat persaingan untuk merengkuh gelar juara dunia di musim baru mendatang akan terasa sangat ketat. Walaupun sejauh ini, mereka berdua dikenal memiliki hubungan yang baik-baik saja. Terbukti selama MotoGP musim 2016 lalu, dalam sejumlah kesempatan, keduanya terlihat saling berbicara satu sama lain.

Maverick yang masih berusia 21 tahun itu, dianggap sebagai pembalap yang memiliki kehebatan dalam berbagai skill membalap dan diprediksi akan mengganggu dominasi para pembalap top seperti Marquez, Lorenzo dan juga satu rekan timnya di Yamaha, Rossi. Sinyal-sinyal tersebut sudah ditunjukkan Vinales sejak dirinya bergabung bersama tim Suzuki di tahun 2015.

Kala itu, Suzuki baru saja kembali menjadi partisipasi di kelas utama, yang pada musim sebelumnya sempat absen. Meskipun memperkuat tim yang baru saja comeback di MotoGP, Vinales langsung mampu memperlihatkan aksi yang sangat menawan. Puncaknya di musim lalu, rider berkebangsaan Spanyol itu mampu finis di urutan keempat dalam tabel akhir klasemen MotoGP. Vinales pun mampu meraih podium sebanyak empat kali dan sukses mengunci satu kemenangan.

Hadirnya Vinales untuk menggantikan Lorenzo, membuat pihak Yamaha merasa senang. Tetapi, tidak dengan apa yang dirasakan oleh The Doctor, yang menyatakan bahwa dirinya akan mengalami kesulitan sama seperti ketika bersama Jorge.

“Aku lebih merasa bahagia apabila satu tim bersama Dani Pedrosa, lantaran Ia telah senior di kelas utama dibandingkan Vinales. Namun, dengan Vinales, pada awalnya saya memprediksi akan mendapatkan sedikit permasalahan saja. Tetapi, saat tes uji coba motor pertama kali yang dilakukan di Valencia selesai, saya langsung melihat bahwa akan mendapatkan banyak permasalahan sama ketika saya bersama Jorge,” ungkap Rossi.

Vinales: Target Saya Menjadi Juara Dunia

Pembalap baru Yamaha Movistar, Maverick Vinales menyatakan bahwa target MotoGP di musim depan adalah untuk meraih gelar juara dunia. “Target saya di musim baru mendatang adalah menjadi juara dunia. Meskipun hal tersebut diremehkan oleh sejumlah kalangan, tetapi saya akan berusaha keras untuk mewujudkan hal tersebut,” ujar The Top Gun.

Maverick Vinales

Maverick Vinales menyatakan bahwa target MotoGP 2017 adalah meraih gelar juara dunia

Rider yang baru berusia 21 tahun tersebut resmi bergabung bersama tim Yamaha Movistar, menggantikan Jorge Lorenzo yang memutuskan untuk bergabung bersama tim Ducati Corse. Vinales telah menjadi kejutan di dua musim terakhir ketika dirinya membela tim Suzuki yang baru saja comeback di kelas utama.

Yamaha Optimis Menatap MotoGP Musim 2017

Para petinggi tim Yamaha mengungkapkan bahwa pihaknya merasa optimis dalam mengarungi MotoGP di musim baru mendatang. Rasa optimis tersebut bukanlah tanpa alasan, pasalnya mereka memiliki pembalap baru, Maverick Vinales yang pada musim lalu berhasil finis di urutan keempat dan didampingi dengan legenda MotoGP, Rossi yang telah memiliki sejuta pengalaman.

Tim Yamaha Movistar

Tim Yamaha Movistar merasa optimis menatap musim baru mendatang

“Kami merasa optimis di musim baru mendatang. Kami memiliki dua pembalap yang hebat. Vinales merupakan pembalap muda berbakat yang pada musim lalu telah menunjukkan kehebatannya, akan berkolaborasi dengan Rossi yang sejak lama berkancah di dunia balap motor ini. Jadi, optimis gelar juara dunia akan kembali jatuh ke tim kami,” ungkap para petinggi Yamaha.